Disentri Basiler

Di masyarakat industri S. Sonei adalah penyebab disentri basiler yang paling sering dengan S. Flexneri penyebab paling sering kedua; di masyarakat praindustri. S. Flexneri adalah yang paling sering dengann S. Sonnei penyebab yang paling sering kedua. S. Dysentriae serotip I cenderung terjadi pada epidemik masif, walaupun basil ini juga endemik di Asia. Makanan yang terkontaminasi (seringkali salad atau makanan lain yang memerlukan penanganan bahan-bahan yang luas) dan air merupakan vektor penting. Namun, penularan dari orang ke orang mungkin merupakan mekanisme utama infeksi pada kebanyakan daerah di dunia. Penyebarna dalam keluarga, petugas intitusi dan pusar perawatan harian memperahakan kemampuan bahwa jumlah organisme yang kecil dapat memyebabkan penyakit atas dasar dari orang ke orang.

Disentri Basiler

Disentri Basiler

Disentri basiler secara klinis serupa tanpa memandang apakah penyakitnya disebabkan oleh E. Coli enteronivasif atau salah satu dari empat spesies Shigella; namun ada beberapa perbedaan klinis, terutama yang berkaitan dengan keparahan dan risiko komplikasi dengan infeksi S. Dysenteriae serotip I.

Sesudah penelanan shigella ada masa inkubasi beberapa hari sebelum terjadi gejala-gejala. Khas adalah nyeri abdomen berat, demam tinggi, muntah, anoreksia, toksisitas menyeluruh, mendadak ingin buang air besar, dan terjadi nyeri defekasi. Pemeriksaan fisik pada saat ini dapat menunjukkan kembung oerut dan nyeri, suara usus hiperaktif dan nyeri rektum pada pemeriksaan digital.

Diare mungkin berair dan banyak pada mulanya, berkembang menjadi sering sedikit-sedikit, feses berlendir darah; namun beberapa anak tidak pernah menjelek sampai stadium diare berdarah, sedang pada yang lain feses pertama berdarah. Dapat terjadi dehidrasi yang berat yang terkait dengan kehilangan cairan dan elektrolit pada feses maupun muntah. Diare yang tidak diobati dapat berakhir 1-2 minggu; hanya sekitar 10 % penderita menderita diare menetap selama lebih dari 10 hari. Diare kronsis jarang kecuali pada bayi malnutrisi.

Tanda-tanda neurologis Disentri Basiler adalah manifestasi ekstraintestinal disentri basiler yang paling sering yang terjadi pada sebanyak 40% anak terinfeksi yang dirawat inap. Kejang-kejang, nyeri kepala, lesu, bingung, kaku kuduk atau halusinasi mungkin ada sebelum atau sesudah mulai diare. Disentri basilar atau Shigellosis adalah infeksi akut radang colon yang disebabkan kuman Shigella. Penyakit ini kadang bersifat ringan, kadang-kadang bersifat serius sekali.

Disentri basiler yang disebabkan karena Shigella, s.p. Shigella merupakan salah satu jenis basil non motil, merupakan gram negatif, famili enterobacteriaceae. Dan ada sekitar 4 jenis spesies dari Shigella, yakni S.dysentriae, S.flexneri, S.bondii, dan S.sonnei. Ada sekitar 43 serotipe 0 dari Shigella. S.sonnei merupakan satu-satunya yang mempunyai serotipe tunggal. Hal ini disebabkan karena kekebalan pada tubuh yang didapat yang mempunyai sifat serotipe yang lebih spesifik, maka seseorang bisa saja terinfeksi untuk beberapa kali oleh tipe yang berbeda jenisnya. Dan genus ini biasanya mempunyai kemampuan untuk menginvasi sel epitel dari intestinal dan juga menyebabkan infeksi dalam jumlah waktu sekitar 102-103 organisme. Pennyakit ini biasanya sifatnya ringan dan kadang juga menjadi sangat berat. Dalam suatu keadaan lingkungan yang kurang baik biasanya akan menyebabkan penularan penyakit terjadi dengan mudah. Dan secara klinis mempunyai tanda-tanda seperti diare, adanya suatu lendir dan darah di dalam tinja, perut yang akan terasa sakit serta tenesmus.

Jika penyakit ini sudah muncul gejala dalam waktu beberapa hari kemudian setelah proses penularan berlangsung, karena akibat dari infeksi  seperti ileum dan juga kolon, maka selanjutnya intensitas dari tinja akan mengalami peningkatan, dan tinja yang kurang encer dan namun mengandung darah. Demam dan juga diare akan sembuh dalam waktu kurang lebih 2-5 hari atau le bih pada setengah kasus dewasa. Namun, untuk anak-anak dan orangtua, biasanya kehilangan air dan elektrolit yang bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi, asidosis, dan bahkan juga bisa meyebabkan terjadinya kematian. Pada kebanyakan orang penyembuhan dengan mengeluarkan kuman disentri memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, namun beberapa diantaranya bisa tetap dan menjadi pembawa kuman usus menahun dan bisa mengalami suara serangan kambuhan penyakit yang terjadi dengan berulang-ulang. Pada cara menyembuhkan disentri dengan gejalan infeksi, maka kebanyakan orang biasanya akan membentuk antiboti pada Shigella di dalam darahnya, namun antibodi ini tidak bisa melindungi pada terjadinya infeksi.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah :

  1. Menjaga kebersihan, cuci tangan dengan teratur
  2. Mencuci makanan sayuran dan buah-buahan
  3. Masak makanan sampai matang
  4. Menjaga saluran pembuangan sampah
  5. Menjaga kebersihan sanitasi air, udara dan makanan.

Cara mengobati disentri secara tradisional adalah :
Bahan : kulit manggis 2 buah, air sebanyak 4 gelas, gula batu secukupnya saja
Cara membuat : cucilah terlebih dahulu kulit manggis sampai bersih, kemudian dipotong seperlunya saja. Rebuslah sampai air yang tersisa adalah ½ saja dan setelah itu dinginkan, saringlah. Kemudian tambahkanlah dengan gula secukupnya. Ramuan ini diminum 2 x 1 dalam sehari dengan dosis ½ gelas.

Disentri Basiler


=====================================

>>> Kapsul Herbal Disentri Untuk Mengatasi Penyakit Disentri, Membunuh Bakteri Penyebab Disentri Serta Menguatkan Sistem Imun Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Disentri and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>