Disentri

Disentri merupakan salah satu jenis diare akut atau timbul mendadak, umumnya banyak dialami anak pada usia balita. Penyebab disentri yakni infeksi kuman Shigella (disentri basiler) dan parasit emtamoeba histolitiyca (disentri amuba). Gejala disentri pada anak biasanya didahului  demam (pada disentri basiler), ada gejala sakit perut ketika BAB dan setelahnya rasa sakit tersebut hilang serta feses berlendir dan berdarah.

Disentri

Disentri

Disentri juga dikenal sebagai fluks atau fluks berdarah yang merupakan gangguan peradangan usus terutama usus besar yang menghasilkan diare berat yang mengandung lendir dan atau darah dalam feses. Disentri jika terlambat diobati akan berakibat fatal.

Selain disebabkan oleh adanya kuman dan bakteri, disentri juga dapat disebabkan oleh keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal yang jauh dari kebersihan, konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri. Sehingga makanan dan minuman yang tercemar ketika dikonsumsi akan meninggalkan bakteri di usus yang bercampur dengan sisa makanan yang belum dibuang. Umumnya meeka yang tinggal di daerah permukiman padat penduduk dan sistem sanitasi yang kurang bersih dan pemanfaatan air bersih yang kurang memadai.

Penyebab umum dari disentri dan gangguan pencernaan adalah bakteri shingella dan jenis Escherichia coli atau E.coli. Selian bakteri tersebut adapula jenis bakteri lainnya yang memicu timbulnya disentri adalah bakteri salmonella dan campylobacter yang merupakan jenis bakteri jahat yang senag hidup di dalam organ pencernaan manusia, salah satunya adalah usus.

Untuk menegakkan diagnosis maka harus ditemukan suatu gejala seperti tinja yang bercampur darah. Namun untuk diagnosis etiologi biasanya juga sulit untuk ditegakkan. Mendapatkan diagnosis etiologi melalui gambaran klinis semata merupakan suatu hal yang sulit dilakukan, sedangkan pemeriksaan yang dilakukan pada tinja untuk mengetahui apakah ada agen penyebab yang seringkali tidak usah dilakukan karena memakan waktu yang lama sekitar 2 hari dan biasanya gejala akan membaik dengan melakukan terapi antibiotika empiris.

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan pada penyakit disentri adalah :

  1. Pemeriksaan tinja
  2. Makroskopis yang dilakukan untuk kasus disentri
  3. Tes benzidin
  4. Mikroskopis yang dilakukan leucosit fecal atau petanda dari adanya kolitis, darah fecal
  5. Biakan tinja
  6. Medis : agar MacConkey, xylose-lysine deoxycholate (XLD), agar Ss
  7. Pemeriksana darah yang rutin dilakukan (leukositosis 5.000-15.000 sel/mm3), dan kadang-kadang juga akan ditemukan suatu kasus leukopenia.

Cara menangani penyakit disentri adalah tindakan awal adalah biasanya pasien memerlukan perawatan dan yang harus dihindari adalah mencegah dari terjadinya komplikasi yang akan berakibat sangat fatal. Untuk keadaan yang darurat, biasanya dehidrasi ringan bisa diatasi dengan cara memberikan cairan elektrolit atau cairan oralit untuk membantu mengganti cairan yang sudah hilang akibat dari penyakit diare dan juga akibat muntah-muntah.

Cara menyajikan oralit adalah dengan melarutkanya ke dalam 200 cc air matang, kemudian diaduk dan setelah itu diberikan sedikit demi sedikit dengan menggunakan sendok pada penderitanya. Jika tidak ada oralit, maka ada ramuan alami lain yang bisa mengganti oralit dengan campuran air gula dan garam sebanyak 1 sendok teh gula ditambahkan dengan ¼ sendok teh garam, setelah itu larutkan dengan menggunakan 200 cc air hangat. Jika mengalami masalah dehidrasi yang berat, maka bisa diberikan obat oralit atau juga campuran garam dan teh tadi.

Cara mengobati penyakit disentri dengan menggunakan bahan alami adalah :

Ramuan 1
Bahan : kulit buah rambutan 10 buah, air 3 gelas
cara membuat : potong terlebih dahulu kulit rambutan, setelah itu direbus sampai yang hanya tersisa adalah setenganya saja kemudian disaring. Minumlah untuk 2 x 1 hari ¾ gelas.

Ramuan 2 :
Bahan : 5 g kulit buah mahkota dewa kering dan 2 gelas air.
cara membuat : rebuslah sampai mendidih selama kurang lebih 15 menit, kemudian dinginkan, saring dan setelah itu airnya diminum. Minumlah ramuan ini untuk 2-3 kali dalam seharu.

Ramuan 3
Bahan : Akar jambu biji secukupnya saja dan daun jambu biji 10 lembar
cara membuat : potong terlebih dahulu akar serta daun jambu bijinya, kemudian direbus selama kurang lebih 20 menit dengan suhu 90 derajat celcius setelah itu disaring. Ramuan ini diminum secukupnya saja dengan teratur sampai keluhannya hilang.

Ramuan 4 :
Bahan : daun alpukat segar 5 gram, temu kunci segar 5 g, daun pegagan segar 6 g, air panas 115 ml
Cara membuat : seduhlah semua bahan tadi dengan menggunakan air panas, dan minumlah 1 x 1 dalam sehari sebanyak 100 ml.

Disentri

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , | Comments Off

Kuman Disentri

Kuman DisentriDisentri adalah penyakit saluran cerna dengan tina diketahui mengandung darah dengan atau tanpa lendir. Darah biasanya dari dinging sakuran cerna yang luka dan sering dari dinding usus besar. Disentri yang disebabkan oleh kuman shigella. Kuman ini hanya merusak dinding usus besar dan tidak pernah sampai ikut aliran darah sehingga menginfeksi organ-organ tubuh lainnya. jenis disentri ini ditandai dengan diare berat yang akut dengan tinja berdarah dan disertai demam. Komplikasi ke tempat lain, karena racun (toksin) yang dihasikan kuman. Diare jenis ini bisa terjadi di seluruh dunia terutama di tempat-tempat yang memiliki sistem sanitasi kurang baik.

Kuman Disentri

Kuman Disentri

Kuman shigella memang secara alamiah hidupnya dalam usus manusia. Penularan juga karena makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman disentri dari kotoran manusia yang biasanya merupakan carier Shigella disentri.

Bila kondisi perkembangan kuman baik dan memungkinkan, bisa terjadi wabah disentri. Kematian dan beratnya penyakit disentri berkaitan dengan jenis kuman. Jenis kuman disentri shigella yang penting, shigella flexneri tipe I, shigella boydii dan shigella sonnei serta disentri yang hampir selalu berat bila terinfeksi Shigella dysentri. Sh. Sonnei biasanya menimbulkan gejala sedang dan terutama dijumpai di daerah panas.

Disentri yang disertai panas badan, bisa terus-menerus kehilangan cairan sehingga mengalami dehidrasi sampai gagal ginjal terutama pada anak-anak atau manula sehingga bisa mematikan.

Penyakit disentri ada dua macam. Ada yang disebabkan oleh kuman atau basil dan yang disebabkan oleh amoba. Keduanya memberikan tanda dan gejala enyakit yang hampir serupa. Ada demam, nyeri kepala, disusul dengan mencret-mencret yang sering. Mencret lebih dari lima kali sehari, mungkin sampai 20 kali sehari. Lalu mencret diertai darah segar erta ingus. Bau tinja agak amis (anyir). Selain itu ada rasa nyeri di dubur sehbis buang air besar. Mungkin terasa nyeri pegal linu juga.

Kuman disentri yang diketahui tidak hanya satu namun lebih dari beberapa kuman disentri pencernaan yang menyertai penyakit disentri itu muncul, seperti :

  • bakteri vibrio cholera, yang merupakan penyebab penyakti kolera
  • bakteri shigella dysentriae merupakan kuman penyebab penyakit disentri
  • bakteri corynebacterium diphtheriae yang merupakan bakteri penyebab penyakit dipteri
  • bakteri clostridium tetani yang merupakan penyebab penyakit tetanus
  • bakteri mycobacterium tuberculosis yang merupakan penyebab penyakit tuberkulosis
  • bakteri bacillus anthracis yang merupakan penyebab penyakit anthrax

Perawatan pada penyakit disentri biasanya dilakukan dengan cara menghentikan kebiasaan dalam mengonsumsi jenis makanan yang teksturnya keras, pedas dan juga jenis makanan yang mengandung kandungan lemak. Caranya adalah dengan makan makanan seperti bubut dan juga tepung kacang hijau atau beras, sup dan roti yang tidak mengandung ragi. Ini merupakan salah satu cara merawat penyakit disentri.

Salah satu penyebab dari disentri bukan hanya karena kuman disentri saja, namun juga bisa karena pengaturan pada menu makanan yang kurang baik. Dan seperti yang sudah dijelaskan diatas, salah satunya adalah konsumsi makanan yang keras seperti kacang-kacangan, atau juga biji-bijian dan jenis makanan yang mengandung lemak menjadi sulit untuk dicerna oleh pencernaan.

Karena peyakit disentri merupakan salah satu jenis ddiare yang berbahaya dan pada kasus yang parah bisa menyebabkan terjadinya kematian dibandingkan oleh jenis diare akut yang lainnya. Cara penularan penyakit disentri ini adalah bakteri yang tersebar bisa melalui makanan dan juga air yang sudah mengalami kontaminasi dengan kotoran atau juga bakteri yang dibawa oleh lalat.

Lalat adalah salah satu jenis serangga yang hidup pada tempat kotor dan juga bau yang menyebabkan bakteri bisa dengan mudah menempel pada tubuhnya dan kemudian akan menularkan kuman disentri ini. Bakteri yang masuk ke dalam pencernaan tadi mengakibatkan terjadinya pembengkakan sehingga menimbulkan suatu luka dan juga peradangan yang terjadi pada dinding usus besar. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan kotoran penderita menjadi tercampur dengan nanah serta darah. Dan penularan pada penyakit disentri ini mungkin bisa terjadi secara seksual melalui kontak oral-anal. Penderita dengan masalah bakteri amoeba akut ini biasanya tidak akan membahayakan orang lain karena tidak terdapat kista dan juga trofosoit yang terjadi pada kotoran.

Inkubasi yang terjadi setelah penularan adalah sekitar 1-3 hari dan dengan mendadak akan muncul rasa nyeri pada perut, kemudian terjadi demam dan juga tinja menjadi encer. Tinja atau feses yang encer tadi berhubungan erat dengan cara kerja eksotoksin di dalam usus halus. Dan beberapa hari kemudian akan terjadi infeksi yang meliputi ileum serta kolon, kemudian jumlah tinja akan mengalami peningkatan, tinja menjadi kurang encner namun biasanya sering mengandung lendir dan juga darah. Selain itu pada tiap gerakan usus biasanya disertai dengan mengedan dan juga tenesmus yang menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah.

Kuman Disentri

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Disentri

Cara Mengobati DisentriDisentri biasanya ditandai dengan mencret yang bercampur darah dan lendir. Penyakit ini biasanya mewabah. Penyebab disentri adalah air atau makanan yang mengandung kuman dan parasit amuba. Parasit-parasit berkembangbiak dengan dua tahap yakni tahap trphogoit (parasit aktif) dan kista. Parasit-parasit yang aktif berubah menjadi bentuk kista yang merupakan penyebab penularan penyakit.

Cara Mengobati Disentri

Cara Mengobati Disentri

Serangan disentri biasa terjadi pada orang dengan kondisi sanitasi yang kurang baik. Penyebab disentri adalah kuman yang menyerang dinding usus besar sehingga penderita mersa mulas dan perut kembung, mual-mual, muntah dan mencret beberapa kali dalam sehari yang disertai rasa sakit di perut.

Dalam waktu 3 hari jika tidak segera diatasi, feses penderita akan bercampur dengan lendir dan darah. Penderita disentri bisa buang air bear sampia 20 kali sehari, sehingga akan mengalami dehidrasi yang hebat, badannya mengurus, matanya cekung dan bila tidak segera tertolong bisa meninggal dunia.

Untuk mencegah dan memberantas disentri, kita harus menjaga higiene pribadi dan higiene lingkungan, antara lain dengan Cara Mengobati Disentri  :

  • Mencuci tangan sebelum makan
  • Tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang bersih (kurang masak
  • Menjaga kebersihan lingkungan

Penyakit disentri disebabkan oleh sejenis basil yang membuat penderita terus-menerus buang air besar yang terkadang bercampur darah. Sifat basil disentri bisa menular. Penyakit disentri ini menyrang selaput lendir usus dan mudah menular. Ada dua jenis disentri yaitu disentri basil yang disebabkan oleh basil shinga kruse dan disentri amubawi yang disebabkan oleh protozoa disentri.

Ada beberapa ramuan tradisional yang dikenal ampuh dapat mengobati diare atau Cara Mengobati disentri. Bahan-bahan yang harus disiapkan dan cara meracik ramuan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Ramuan 1 untuk Cara Mengobati Disentri

- 5 lembar daun pulai, 1 jari gambir murni sebesar biji melinjo dan 2 sendok makan madu.
- Daun pulai dicuci. Bersama gambir, daun pulai ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukannya dicampurkan ke dalam satu gelas air matang dan madu. Campuran ini diperas dan disaring. Ramuan ini diminum 2 kali sehari dengan dosis 3 sendok makan sekali minum.

Ramuan 2 untuk Cara Mengobati Disentri 

- 3 batang srikaya
- Kulit batang srikaya dicuci bersih lalu dipotong dan direbus dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, ramuan disaring dan ditambahkan air gula secukupnya. Ramuan ini diminum 2 kali sehari dengan dosis ½ gelas sekali minum.

Ramuan 3 untuk Cara Mengobati Disentri

- Buah pare segar secukupnya atau 3 gram bubuh pare.
- Buah pare segar dibuat jus, ditambahkan air panas, lalu diminumkan kepada penderita disentri. Cara lain dengan menggunakan bubuk pare yang dibuat dengan cara menjemur daun pare hingga kering, lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk. Bubuk pare tersebut diseduh dalam air panas. Larutan bubuk pare diberikan setiap 6 jam sekali.

Ramuan 4 untuk Cara Mengobati Disentri :
Bahan : biji kemangi 1 genggam dan juga air setengah liter
Cara membuat : rebuslah biji kemangi sampai mendidih dan sampai air yang tersisa adalah tinggal separuhnya saja, kemudian saring dan dinginkan. Cara minumnya adalah ramuan ini diminum 1 hari untuk 3 kali minum.

Cara mengobati disentri dan pencegahannya adalah dengan :

  1. Menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan teliti
  2. Mencuci makanan yang hendak dimakan, khususnya untuk makanan mentah seperti sayur dan juga buah.
  3. Untuk penderita disentri basiler biasanya tidak menyiapkan makanan
  4. Membuang tinja dengan cara saniter
  5. Memasak makanan sampai matang
  6. Menjaga kebersihan dengan selalu menjaga sanitasi air, makanan serta udara
  7. Melindungi sumber dari air minum agar tidak terjadi kontaminasi dengan tinja
  8. Kemudian aturlah pembuangan sampah dengan baik.
  9. Mengendalikan vektor atau binatang pengerat.

Cara mengobati disentri secara medis adalah, biasanya penyakit disentri ini akan sembuh dengan sendirinya. Dan jenis penyakit ini akan sembuh dalam waktu 4-7 hari. Cara mengobati disentri tanpa obat adalah dengan minum lebih banyak cairan untuk membantu mengasup cairan yang cukup dan mencegah terjadinya kehabisan cairan. Biasanya jika pasien sudah mengalami masalah dehidrasi maka bisa diatasi dengan rehidrasi oral. Pada pasien dengan kasus diare atau disentri yang berat pasien akan muntah dengan berlebihan sehingga tidak bisa melakukan rehidrasi oral dengan baik, maka cara lainnya adalah dengan rehidrasi intravena.

Dan umumnya untuk anak kecil yang lebih riskan dalam mengalami diare biasanya diberikan rehidrasi intravena. Untuk masalah infeksi yang berat seperti Shigella bisa dengan mudah diobati menggunakan obat antibiotik termasuk salah satunya adalah amipicilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan ciprofloxacin. Tetapi, untuk kasus shigella yang sudah kebal pada antibiotika, maka hal ini akan terjadi karena penggunaan dari obat antibiotika yang sedikit-sedikit untuk melawan sehigellosis ringan.

Cara Mengobati Disentri

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Disentri Basiler

Di masyarakat industri S. Sonei adalah penyebab disentri basiler yang paling sering dengan S. Flexneri penyebab paling sering kedua; di masyarakat praindustri. S. Flexneri adalah yang paling sering dengann S. Sonnei penyebab yang paling sering kedua. S. Dysentriae serotip I cenderung terjadi pada epidemik masif, walaupun basil ini juga endemik di Asia. Makanan yang terkontaminasi (seringkali salad atau makanan lain yang memerlukan penanganan bahan-bahan yang luas) dan air merupakan vektor penting. Namun, penularan dari orang ke orang mungkin merupakan mekanisme utama infeksi pada kebanyakan daerah di dunia. Penyebarna dalam keluarga, petugas intitusi dan pusar perawatan harian memperahakan kemampuan bahwa jumlah organisme yang kecil dapat memyebabkan penyakit atas dasar dari orang ke orang.

Disentri Basiler

Disentri Basiler

Disentri basiler secara klinis serupa tanpa memandang apakah penyakitnya disebabkan oleh E. Coli enteronivasif atau salah satu dari empat spesies Shigella; namun ada beberapa perbedaan klinis, terutama yang berkaitan dengan keparahan dan risiko komplikasi dengan infeksi S. Dysenteriae serotip I.

Sesudah penelanan shigella ada masa inkubasi beberapa hari sebelum terjadi gejala-gejala. Khas adalah nyeri abdomen berat, demam tinggi, muntah, anoreksia, toksisitas menyeluruh, mendadak ingin buang air besar, dan terjadi nyeri defekasi. Pemeriksaan fisik pada saat ini dapat menunjukkan kembung oerut dan nyeri, suara usus hiperaktif dan nyeri rektum pada pemeriksaan digital.

Diare mungkin berair dan banyak pada mulanya, berkembang menjadi sering sedikit-sedikit, feses berlendir darah; namun beberapa anak tidak pernah menjelek sampai stadium diare berdarah, sedang pada yang lain feses pertama berdarah. Dapat terjadi dehidrasi yang berat yang terkait dengan kehilangan cairan dan elektrolit pada feses maupun muntah. Diare yang tidak diobati dapat berakhir 1-2 minggu; hanya sekitar 10 % penderita menderita diare menetap selama lebih dari 10 hari. Diare kronsis jarang kecuali pada bayi malnutrisi.

Tanda-tanda neurologis Disentri Basiler adalah manifestasi ekstraintestinal disentri basiler yang paling sering yang terjadi pada sebanyak 40% anak terinfeksi yang dirawat inap. Kejang-kejang, nyeri kepala, lesu, bingung, kaku kuduk atau halusinasi mungkin ada sebelum atau sesudah mulai diare. Disentri basilar atau Shigellosis adalah infeksi akut radang colon yang disebabkan kuman Shigella. Penyakit ini kadang bersifat ringan, kadang-kadang bersifat serius sekali.

Disentri basiler yang disebabkan karena Shigella, s.p. Shigella merupakan salah satu jenis basil non motil, merupakan gram negatif, famili enterobacteriaceae. Dan ada sekitar 4 jenis spesies dari Shigella, yakni S.dysentriae, S.flexneri, S.bondii, dan S.sonnei. Ada sekitar 43 serotipe 0 dari Shigella. S.sonnei merupakan satu-satunya yang mempunyai serotipe tunggal. Hal ini disebabkan karena kekebalan pada tubuh yang didapat yang mempunyai sifat serotipe yang lebih spesifik, maka seseorang bisa saja terinfeksi untuk beberapa kali oleh tipe yang berbeda jenisnya. Dan genus ini biasanya mempunyai kemampuan untuk menginvasi sel epitel dari intestinal dan juga menyebabkan infeksi dalam jumlah waktu sekitar 102-103 organisme. Pennyakit ini biasanya sifatnya ringan dan kadang juga menjadi sangat berat. Dalam suatu keadaan lingkungan yang kurang baik biasanya akan menyebabkan penularan penyakit terjadi dengan mudah. Dan secara klinis mempunyai tanda-tanda seperti diare, adanya suatu lendir dan darah di dalam tinja, perut yang akan terasa sakit serta tenesmus.

Jika penyakit ini sudah muncul gejala dalam waktu beberapa hari kemudian setelah proses penularan berlangsung, karena akibat dari infeksi  seperti ileum dan juga kolon, maka selanjutnya intensitas dari tinja akan mengalami peningkatan, dan tinja yang kurang encer dan namun mengandung darah. Demam dan juga diare akan sembuh dalam waktu kurang lebih 2-5 hari atau le bih pada setengah kasus dewasa. Namun, untuk anak-anak dan orangtua, biasanya kehilangan air dan elektrolit yang bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi, asidosis, dan bahkan juga bisa meyebabkan terjadinya kematian. Pada kebanyakan orang penyembuhan dengan mengeluarkan kuman disentri memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, namun beberapa diantaranya bisa tetap dan menjadi pembawa kuman usus menahun dan bisa mengalami suara serangan kambuhan penyakit yang terjadi dengan berulang-ulang. Pada cara menyembuhkan disentri dengan gejalan infeksi, maka kebanyakan orang biasanya akan membentuk antiboti pada Shigella di dalam darahnya, namun antibodi ini tidak bisa melindungi pada terjadinya infeksi.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah :

  1. Menjaga kebersihan, cuci tangan dengan teratur
  2. Mencuci makanan sayuran dan buah-buahan
  3. Masak makanan sampai matang
  4. Menjaga saluran pembuangan sampah
  5. Menjaga kebersihan sanitasi air, udara dan makanan.

Cara mengobati disentri secara tradisional adalah :
Bahan : kulit manggis 2 buah, air sebanyak 4 gelas, gula batu secukupnya saja
Cara membuat : cucilah terlebih dahulu kulit manggis sampai bersih, kemudian dipotong seperlunya saja. Rebuslah sampai air yang tersisa adalah ½ saja dan setelah itu dinginkan, saringlah. Kemudian tambahkanlah dengan gula secukupnya. Ramuan ini diminum 2 x 1 dalam sehari dengan dosis ½ gelas.

Disentri Basiler

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Disentri Amoeba

Pencegahan Disentri Amoeba – Memang untuk melakukan pencegahan disentri amoeba secara tepat agak sulit dilakukan, karena anak-anak belum begitu mengetahui arti penyakit secara mendalam. Namun sebenarnya  bila orang tua agak streng menjaga anak dan berani, dapat mencegah timbulnya penyakit itu. Penyakit disentri amoeba ini bkisa menimbulkan kurang darah (anemia) dan sebagainya. Jika penderita berada dalam lingkungan yang terjada kebersihannya, dan jarang anak-anak bermain pada tempat yang kotor, maka dipastikan tidak akan terjangkit. Namun bila main-main itu di lokasi yang relative bersih maka diperkirakan anak itu tidak akan kejangkitan, karena peran orangtua maupun lingkungan cukup membantu.

Pencegahan Disentri Amoeba

Pencegahan Disentri Amoeba

Pencegahan disentri  amoeba lainnya mungkin si penderita lebih banyak mengonsumsi makanan yang cukup sayur, hal itu amat ditentukan oleh tindakan dari orangtua penderita yang kurang sekali makan sayur dan buah-buahan. Parasit ini akan masuk bila data tahan tubuh mulai mengendur dan perhatian terhadap kebewrsihan dan gizi mulai kurang diperhatikan. Sekiranya daya tahan tubuh cukup untuk diperkirakan si penderita akan mampu bertahan. Karena itu dianjurkan kepada penderita dan orantuanya agar lebih member perhatian terhadap kebersihan tempat dan lingkungan ini. Janganlah kita terlalu toleran dan membiarkan anak-anak bermain disekitar rumah.

Sebab bila parasit sudah masuk ke dalam tubuh,dan menimbulkan berbagai penyakit, tentu penegakkan ataupun menu tidak akan begitu bermanfaat lagi. Penderita disentri harus di konsultasikan ke dokter. Atau kerumah sakit yang terdekat. Jangan membiarkan si penderita mengeluarkan dnarah dan badannya sudah tidak keruan lagi. Demikian pula agar si penderita lebih disadarkan untuk menjaga kebersihan itu dan mengonsumsi bahan-bahan yang dapat memperkuar daya tahan tubuh dalam melawan sumber penyakit. Pencegahan disentri amoeba yang harus dialkukan adalah dengan memahami cara menular penyakit disentri ini, apsti cara menjauhkan diri pun tidak akan membawa kesuakaran.

Pokoknya adalah berkisar pada alat dan penggunaan airl. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1.  makanan jangan sampai dihinggapi lalat (pakai tutup dan lain-lain)
  2. kaskus atauu WC harus memenuhi syarat kesehatan minimal harus jauh dari sumber air minum,
  3. tempat-tempat sampah harus diberi tutup , agar lalat tidak dapat mendekatinya,  atau sampah-sampah itu dibakar untuk memusnahkannya,
  4. memelihara kebersihan baik dalam rumah maupun lungkungan sekitar
  5. gunakan air pencuci alat-alat dapur yang bersih. Dan air minum yang harus dimasak terlbih dahulu  atau bila menggunakan air isi ulang, minimal harus sudah dipanaskan.
  6. dalam keadaan epidemi (penyakit disentri tengah melanda negeri),  bila memakan sayur mentah harus dicuci sampai bersih. Bila usaha itu telah dilakukan masih terkena juga bibit disentri hal itu berarti sudah merupakan takdir Tuhan yang harus diterima dan dibati.

Karena penyakit disentri merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh lingkungan sekitar Anda yang kurang bersih, maka cara mencegah penyakit disentri ini adalah dengan menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda. Dan biasanya disentri akan terjadi dan muncul pada pemukiman yang padat akan penduduk serta kebersihannya juga tidak terjaga. Dan biasanya muncul di saat musim hujan dan juga kemarau. Penyakit disentri juga pada akhirnya akan menjadi wabah. Dan untuk itu diperlukan suatu kerja sama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Jika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, maka biasanya dokter akan memberikan obat oralit. Dan jika dalam waktu 2-3 hari masih belum sembuh maka kembalilah ke dokter. Cara menyajikan oralit adalah dilarutkan ke dalam 200 cc air matang, dan setelah itu diaduk dan kemudian diberikan sedikit demi sedikit kepada si pendeirta. Jika oralit tidak tersedia, maka cara alami yang bisa dilakukan untuk mengobatinya adalah dengan cara membuat larutan campuran dari gula dan garam sebanyak 1 sendok teh gula ditambahkan denga ¼ sendok teh garam, kemudian dilarutkan dengan 200 cc air hangat. Atau Anda bisa juga minum air hangat. Selain itu, tindakan perawatan yang dilakukan adalah dengan cara mencegah dari terjadinya dehidrasi yang malah membuat suatu hal yang fatal. Biasanya dalam keadaan darurat, maka dehidrasi ringan bisa diatasi dengan cara memberikan cairan elektrolit atau oralit dengan tujuan untuk mengganti cairan yang sudah hilang akibat masalah diare dan juga muntah-muntah yang dialami penderita disentri.

Untuk mereka yang menderita disentri, cara memberikan makanan yang baik adalah dengan memberikan jenis makanan yang lunak dan juga tidak mempunyai rasa yang tajam, selain itu juga harus mengandung protein yang tinggi karena sangat diperlukan untuk membantu proses penyembuhan disentri menjadi lebih cepat. Pemberian air putih yang cukup sangat dianjurkan agar mencegah terjadinya dehidrasi yang bisa memperparah keadaan disentri.

Pencegahan Disentri Amoeba

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Penyakit Disentri

Penyakit disentri adalah penyakit gangguan usus yang ditandai dengan gejala buang air besar yang biasa disertai dengan darah dan lendir. Selain itu, juga disertai dengan tenesmus dan kolik. Penyakit ini termasuk kategori penyakit menular. Jenis penyakit disentri sendiri dibagi menjadi beberapa macam  yaitu disentri ameba dan disentri basilar. Umumnya penderita yang terkena penyakit disentri kurang menjaga kebersihan lingkungan. Disentri ameba disebabkan infeksi dinding usus besar oleh parasit Entamoeba Histolytica dan disentri basilar yang disebabkan oleh bakteri Shigella.

Jenis Penyakit Disentri

Jenis Penyakit Disentri

Jenis penyakit disentri ameba merupakan invansi usus besar oleh protozoa Entamoeba hystolitica yang menyebabkan ulkus mukosa yang menimnbulkan nyeri, diare yang silih berganti dengan konstipasi dan darah serta lendir keluar melalui anus sehingga disebut disentri ameba. Jika ameba tersebut masuk sirkulasi portal hati, ameba tersebut dapat menyebabkan abses hati. Diagnosis ditegakkan dengan mengisolasi ameba tersebut di dalam feses. Pengobatan umumnya menggunakan mentronidazol, tetapi tanidazol juga digunakan. Diloksanid furoat digunakan untuk mengobati infeksi kronik.

Jenis penyakit disentri basilar disebabkan oleh Shigella, genus basilus Gram negative, beberpa spesies menyebabkan disentri-Sh.boydii, Sh. Dysentrine dan Sh. Flexneri di daerah tropis maupun subtropis. Sh. Sonnei menyebabkan disentri di daerah beriklim sedang dan merupakan jenis yang paling umum di Inggris. Organisme ini diekskresikan oleh pengidap dan terbawa dalam feses mereka serta tangan, makanan dan air yang terkontaminasi. Pejamu mendapatkan infeksi melalui area yang terkontaminasi tersebut. Penyakit ini sering terjadi pada anak kecil dan  menular melalui perhatian menyeluruh terhadap hygiene personal. Pengobatan jika perlu, adalah dengan siprofloksasin atas trimetoprim. Kasus ringan tidak memerlukan terapi obat.

Banyak orang sehat mempunyai amuba tanpa menderita sakit. Akan tetapi, amuba sering merupakan penyebab penyakit mencret yang parah atau penyakit disentri (mencret disertai darah) terutama pada orang-orang yang berada dalam keadaan lemah akibat penyakit lain ata akibat gizi yang buruk. Adakalanya amuba menyebabkan abses/bisul (kantong yang besiri nanah) pada hari yang sakit dan berbahaya. Perawatan pada penyakit disentri adalah dengan cara hentikan kebiasaan makan makanan yang keras, pedas dan banyak lemak. Makanlah bubur dari tepung kacang hijau dan beras, atau sup dan roti tanpa ragi.

Pengobatan Jenis Penyakit Disentri dapat dilakukan dengan :

  • Kalau mungkin mintalah pertolongan dokter dan lakukan pemeriksaan kotoran.
  • Infeksi amuba yang ringan dapat diobati dengan tetracycline saja, atau bersama diiodohydroxyquin (untuk takarannya, lama pengobatan dan peringatannya)
  • Untuk disentri yang berat atau abses amuba, berikan tetracycline, bersama metronidiazole. Jika tidak tersedia metronidazole, gunakanlah chloroquin.

Pengobatan tradisional penyakit disentri dapat dilakukan dengan :

Ramuan :

Bahan : Buah maja manis 1 buah dan madu murni secukupnya.

Cara pembuatan : ambil daging buah maja yang masak dan diamkan beberapa saat. Setelah itu, campur dengan madu secukupnya.

Cara pemakaian : minum ramuan 3 kali seharu, sekali minum satu ramuan sampai habis.

Cara merawat penyakit disentri adalah dengan melalui dua cara yakni cara medis dan cara alternatif.

  1. Cara medis
    Untuk merawat disentri dengan cara medis, biasanya dilakukan terlebih dahulu dengan cara mengganti cairan yang sudah keluar dengan menggunakan garam oralit. Pemberian obat antibiotik merupakan hal yang sangat penting yang perlu dilakukan untuk membantu membunuh kuman. Namun, tetap saja pencegahan merupakan suatu hal yang lebih penting dibandingkan dengan pengobatan. Cara yang bsia dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat dirumah, dan juga menjaga makanan serta minuman dari serangan kotoran.
  2. Alternatif
    cara merawat disentri dengan cara alternatif adalah makan-makanan dan minuman yang sudah terjaga kebersihannya. Memberikan jenis makanan yang teksturnya lunak untuk membantu proses pencernaannya menjadi lebih lancar.

Cara mengobati jenis penyakit disentri adalah :

Ramuan disentri 1
Bahan : kulit buah manggis 2 buah, air sebanyak 4 gelas, gula batu secukupnya saja
Cara membuat : cucilah terlebih dahulu kulit manggis sampai bersih, kemudian potong-potonglah seperlunya saja. Setelah itu, rebslah sampai yang tersisa adalah ½ nya saja, setelah itu dinginkanlah dan saring. Tambahkan gula secukupnya saja. Cara minum ramuan herbal ini adalah dengan 2 x 1 dalam sehari dengan dosis ½ gelas.

Ramuan obat disentri 2 adalah:
Bahan : kulit batang srikaya sebanyak 3 jari, air 4 gelas, dan gula batu secukupnya saja
Cara membuat : cuci terlebih dahulu, kemudian dipotong secukupnya saja, setelah itu direbus sampai yang tersisa hanya  tinggal ½ nya saja. Kemudian didinginkan dan saringlah. Tambahkan dengan gula secukupnya. Ramuan ini diminum untuk 2 x 1 dalam sehari dengan dosis ½ gelas.

Itulah informasi mengenai jenis penyakit disentri dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat untuk Anda dalam menyembuhkan penyakit disentri. Terimakasih.

Jenis Penyakit Disentri

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Disentri

Penyakit disentri adalah terjadinya peradangan usus bagian bawah, mulas diperut dan kotoran encer, berlendir, serta berdarah . Penyebabnya adalah mikroorganisme tertentu atau sebagai akibat pengaturan menu yang kurang bijaksana seperti memakan makanan yang terlalu banyak berbumbu pedas, goreng-gorengan , serta makanan yang keras dan lemak-lemak yang sulit dicerna. Penderita harus mengejan  jika buang kotoran, sehingga dubur daqpat menonjol keluar dan terasa panas seperti terbakar. Jika dikotoran  terdapat darah, berarti merupakan disentri  bacilar. Ada tipe lain dari disentru yakni disentri amuba yang lebih sukar ditanggulangi dibandingkan dengan disentri bacilar dan merupakan endemic didaerah tropis.

 Penyakit Disentri

Penyakit Disentri

Karena dampak penyakit disentri cukup berat, pada diare yang secara klinis dicurigai sebagai disentri basiler dapat diberikan antibiotik secara empiris untuk kuman Shigella, meskipun belum ada bukit baikkan bakteri pada tinja. Hal ini harus diikuti oleh pemantauan klinis, pengobatan yang diberikan harus memberikan respons pada hari ketiga. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak terlihat respons, harus dilakukan evaluasi apakah disentri tersebut bukan disentri basiler tetapi disentri amuba atau kuman tersebut sudah resisten terhadap antibiotik yang diberikan, sehingga perlu diganti.

Pengobatan penyakit disentri harus segera kalau tidak dapat membahayakan jiwa anak atau kemungkinan komplikasi bisa terjadi. Disentri cukup berat dilaporkan pada bayi yang tidak mendapat ASI dan pada anak dengan gizi kurang. Secara lebih khusus penyebab disentri adalah kuman tertentu dari kelompok Shigella atau sejenis amuba, Entamoeba Histolytica. Kadang-kadang disentri juga disebabkan infeksi parasit babi yaitu Balantidium Coli dan cacing daun (Schistosoma Japonicum) yang banyak terdapat di Sulawesi Tengah.

Pengenalan penyakit disentri, antara lain :

  1. Bila darah yang keluar bersama tinja bukan dari ambeien (hemorrhoid) yang lecet akibat tinja yang terlalu keras.
  2. Disentri basiler termasuk salah satu jenis disentru yang disebabkan oleh bakteru dari jenis Shigella . Kuman ini hanya merusak dinding usus besar dan tidak pernah sampai ikut aliran darah hingga mengnfeksi organ-organ tubuh lainnya. Jenis disentri ditandai dengan diare berat yang akut dengan tinja berdarah dan disertai demam. Komplikasi ke tempat lain, karena racun (toksin) yang dihasilkan kuman. Diare jenis ini bisa terjadi diseluruh dunia terutama di tenpat-temoat yang sanitasi kurang baik.
  3. Kuman Shigella memang secara alamiah hidupnya dalam usus manusia. Penularan juga karena makanan dan minuman yang terkntaminasi kuman disentri dari kotoran manusia yang biasanya merupakan carier Shigella disentri.

Bila kondisi perkembangan kuman baik dan  memungkinkan, bisa terjadi wabah disentri. Kematian dan beratnya penyakit disentri berkaitan dengan jenis kuman. Jenis Shigella yang penting, Shigella flexneri tipe I, Shigella boydii, dan Shigella Sonnei serta disentri yang hampir selalu berat bila trinfeksi Shigella dysentri. Sh, Sonnei biasanya menimbulkan gejala sedang dan terutama dijumpai didaerah panas.

Penyakit disentri terbagi menjadi dua, yakni disentri basiler dan disentri amuba. Dinsetri basiler merupakan penyakit disentri yang disebabkan karena serangan bakteri Shigella, dan bakteri Escherichia coli enterovasif, dan bakteri Salmonella. Sedangkan penyakit disentri amuba merupakan penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Gejala pada penyakit disentri adalah :

  1. Buang air besar yang dibarengi dengan darah keluar
  2. Diare yang terjadi encer dan dengan jumlah yang sedikit
  3. Buang air besar yang tercampur dengan lendir
  4. Nyeri saat buang air besar atau tenesmus

Penyakit disentri bisa disebabkan karena salah satunya adalah akibat dehidrasi yang sangat parah. Untuk kasus dehidrasi yang berat akan menimbulkan ketidakseimbangan elektrolit yang bisa menyebabkan syok atau juga koma yang bisa menyebakan kematian. Perawatan pada medis yang dilakukan memerlukan catatan khusus agar tidak membuarkan penyebab dari penyakit disentri ini secara terus menerus berkembang. Jika Anda merupakan salah seorang yang mengalami masalah dehidrasi dengan gejala seperti kebingungan, kehilangan kelesuan, kesadaran, kulit menjadi dingin, atau juga penurnan pada pengeluaran urin, maka harus diwspadai adalah ini merupakan siatu infeksi dari penyakit disentri dan cara yang terbaik dilakukan adalah dengan perawatan medis untuk penyakit disentrinya.

Cara mengobati disentri secara alami adalah :

  1. Daun pulai
    Bahan : 5 lembar daun pulai, kulit batang cemara 1 jari, gambir sebesar buah melinjo 1 butir.
    Cara membuat : cucilah terlebih dahulu daun pulai, kemudian kulit batang cemara, gambir dicuci juga sampai bersih. Setelah itu ditumbuk sampai halus, dan kemudian tambahkanlah air dan madu kemudian disaring. Minum 2 x 1 dalam sehari dengan dosis 2 sendok makan.
  2. Pare
    Bahan : pare segar 2 buah, dan air matang ¼ gelas
    Cara membuat : cuci sampai bersih buah pare, kemudian dipotong, dan setelah itu dimasukkan ke dalam blender ditambahkan air, kemudian di peras. Air herbal pare ini diminum 2 x 1 dalam sehari.

 Penyakit Disentri

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disentri Pada Bayi

Disentri Pada Bayi – Bayi dan balita memang rentan terhadap serangan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan. Disentri merupakan salsh satu jenis diare yang datang mendadak. Penyebab disentri pada bayi itu sendiri berasal dari infeksi kuman Shigella (disentri basiller) dan parasit entamoeba histolitiyca (disentri amuba).

Gejala umum disentri pada bayi yang terjadi pada bayi dan balita berawal dari demam, sakit perut ketika dan usai BAB, feses yang dikeluarkan belendri dan berdarah. Bayi dan balita yang menderita disentri umumnya sangat rewel dan susah makan.

Disentri Pada Bayi

Disentri Pada Bayi

Umumnya bayi atau anak kecil yang menderita sakit buang besar (disentri) biasanya mereka diberikan daun sirih yang telah dipanaskan, kemudian dicampur dengan minyak. Daun itu ditempelkan ke badan bayi dan diikat dengan gurita bayi

Pengobatan disentri pada bayi

Daun sagu ketika itu juga merupakan daun yang sangat mujarab untuk bayi yang terkena penyakit batuk-batuk dan disentri. Daun tersebut diremas-remas lalu airnya diminumkan kepada si bayi.

Saat bayi atau balita terserang disentri, umumnya gejala yang timbul adalah diare dan feses yang mengandung darah. Untuk itu, pengaturan makanan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Hindari memberikan makanan yang berserat tinggi seperti sayuran dan jenis buah-buahn tinggi serat misalnya mangga, kacang panjang, buncis, kangkung, kol, alpukat, anggur dan jambu biji. karena makanan jenis ini akan mamksa kerja sistem pencernaan yang sedang terganggu. Berikan makanan yang rendah serat terutama sayuran dan buah seperti labu siam, wortel, labu kuning, pisang, apel, pir, semangka.
  2. Hindari memerikan makanan berlemak tinggi seperti cokelat, es krim, makana yang digoreng, serta makanan bersantan seperti kolak.
  3. Berikan makanan yang mengandung pektin seperti pisang dan apel (mentah atau diolah), wortel, aprikot, kacang polong, kentang karena pektin membantu penyerapan air.
  4. Berikan makanan yanvg mengandung lactobacillus misalnya yogurt untuk memperbaiki sistem pencernaan

Cara penularan penyakit disentri pada bayi bisa melalui beberapa medis. Salah satunya adalah melalui air minum yang sudah tercemari dengan tinja atau juga makanan yang dimakan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah bermain pada tempat yang kotor. Kontak langsung yang terjadi dengan mereka yang mengalami masalah disentri dan memberikan jalan masuk untuk bakteri ke dalam tubuh bayi. Penularan yang terjadi dengan cara ini biasanya terjadi pada populasi penduduk yang padat atau juga pada daerah yang mempunyai sanitasi kurang baik.

Cara mencegah penyakit disentri pada bayi adalah dengan menjaga kebersihan mereka dan menjaga sanitasi lingkiungan, termasuk salah satunya adalah dengan mempehitungkan jarak atau juga lokasi dari pembuangan kotoran dan juga sumber air serta tempat tinggalnya. Kemudian cuci tangan anak sebelum mereka makan. Hal ini merupakan suatu kewajiban. Karena sebelum makan kondisi tangan kita harus dalam keadaan bersih.

Penyakit disentri merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh bayi atau balita.penyakit disentri juga bisa menimbulkan komplikasi yang terjadi. Dan komplikasi disentri yang terjadi biasanya disebabkan karena adanya faktor resiko dari sang anak. Misalnya adalah faktor akibat tidak mendapatkan ASI, status gizi anak yang buruk, atau dalam jangka waktu 6 bulan terakhir mengalami masalah campak. Komplikasi yang biasanya ditandai dengan gejala awal seperti dinding usus sehingga membuat bakteri Shigella lebih mudah masuk dan menginvasi jauh ke dalam. Kemudian terjadinya luka pada dinding usus besar yang biasanya akan membuat keadaan menjadi semakin parah akibat dari racun yang mengalami pencemaran yang dihasilkan oleh bakteri di usus besar. Kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya perforasi pada usus atau membuat suus menjadi pecah yang bisa menimbulkan suatu komplikasi pendarahan yang sangat hebat.

Racun yan dihasilkan oleh bakteri pada disentri yang bisa membuat kerja dari peristaltik di dalam usus mengalami kelemahan. Dan usus juga bisa mengalami pembesaran dengan gejala perut anak menjadi buncit. Jika racun itu bisa sampai menuju ke otak, maka anak bisa mengalami kejang-kejang yang mempunayi resiko besar terjadinya peradangan pada otak. Sedangkan jika racun sudah beredar menuju ke seluruh tubuh, bukan tidak mungkin anak menderita keracunan darah.

Dan untuk kasus disentri amuba pada bayi, biasanya kuman menjalar menuju sampai ke hati dan pada akhirnya menyebabkan kumpulan dari nanah mengalami abses. Perjalanan pada sindroma disentri yang bisa menimbulkan suatu komplikasi seperti ini bisa saja terjadi hanya dalam hitungan seminggu. Apalagi jika ada beberapa faktor resiko tadi, Jadi, supaya disentri pada bayi tidak menjadi suatu hal yang berubah fatal, maka cegahlah faktor-faktor yang mencetuskan terjadinya disentri. Cara mencegahnya bisa dilakukan dengan memberikan ASI, dan selain itu mengupayakan untuk perbaikan gizi anak serta memberikan mereka imunsasi campak.

Disentri Pada Bayi

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Disentri Amoeba

Disentri amoeba (amboebiasis) adalah infeksi atau peradangan usus yang disebabkan oleh adanya bakteri Entamoeba histolytica yang dapat menyebabkan diare semakin parah. Bakteri tersebut bila terus hidup dan berkembang biak dalam usus akan merusak dinding usus besar dan penyebabkan usus menjadi luka, infeksi dan mengalami perdarahan ulserasi.

Disentri Amoeba

Disentri Amoeba

Umumnya disentri amoeba ini dapat dikenali dengan ciri seperti :

  • Rasa nyeri dan kram di perut (kolik)
  • Rasa sakit ketika BAB (tenesmus)
  • Terkadang feses yang keluar bercampur dengan darah dan berlendir yang sering berbau busuk.

Bakteri Entamoeba histolytica ini cukup berbahaya, karena dapat membelah diri dan menyebarkan virus melalui aliran darah untuk menginfeksi organ pencernaan dan organ tubuh penting lainnya, seperti hati, paru-paru, dan otak.

Disentri yang banyak dialami oleh anak-anak terutama para balita. Di Indonesia diperkirakan disentri amoeba ini cukup tinggi dilihat dari cara penularannya yang cepat melalui pencemaran air, pupuk kotoran manusia atau hewan.

Gejala disentri amuba meliputi :

  • Diare berair yang dapat bercampur dengan darah, lendir atau nanah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut dan
  • Demam dan mengigil

Disentri amoeba yang disebabkan oleh amoeba yang merupakan parasit yang sering ditemukan dalam makanan atau minuman yang tercemar. Parasit ini akan menyebar dalam makanan dan minuman yang tercemar kemudian dikonsumsi oleh manusia yang masuk melalui mulut dan kemudian ditelan, masuk kedalam sistem pencernaan tinggal di susu dan menyebabkan infeksi.

Disentri amoeba ini bila terlambat penanganan dan akan menimbulkan gejala yang lebih besar dan orang yang terinfeksi masih mengekskresikan kista dan akibatnya, menginfeksi lingkungan mereka. Ketika terjadi serangan disentri amoeba, mereka merusak dinding usus besar sehingga menyebabkan ulserasi dan perdarahan.

Umumnya penyakit disentri terjadi akibat infeksi bakteri atau juga akibat amuba namun bisa juag disebabkan oleh cacing parasit dan selain itu virus yang masuk ke dalam tubuh. Untuk beberapa kasus, penyebab dari disentri memang bisa terjadi akibat virus. Faktor dari kurangnya kebersihan dan juga sanitasi lingkungan yang kurang baik bisa menjadi salah satu penyebab dari infeksi ini bisa terjadi. Makanan yang kurang sehat juga bisa memicu terjadinya disentri. Pada kawasan tempat yang mempunyai sanitasi kurang baik, biasanya tinja juga mengandung bakteri dan amuba yang menjadi penyebab disentri bisa membuat makanan menjadi terkontaminasi dengan racun dan selain itu juga air di dalam kamar mandi.

Diagnosa dari penyakti disentri, biasanya dokter akan bertanya terlebih dahulu tentang gejala apa saja yang muncul dan dirasakan kemudian setelah itu melakukan suatu pemeriksaan fisik. Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan adalah pemeriksaan tinja di lab merupakan suatu hal yang mungkin saja dilakukan jika memang pasien pernah pergi ke luar negeri. Untuk kasus yang memang jarang terjadi akan ditemukan suatu gejala yang  berat, dan beberapa tes bisa saja dilakukan untuk menegakkan diagnosa lebih kuat seperti salah satunya adalah scan ultrasound atau endoscopy.

Pada penyakit disentri amuba ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan yakni beberapa diantaranya adalah :

  1. Terapi rehidrasi
  2. Pemberian obat antubiotik dan anti amuba
  3. Obat ridaura (auranofin)

Selain dengan melakukan pengobatan diatas, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit disentri amuba ini dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak mempunyai efek samping untuk tubuh. Namun, sebelumnya kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengobatan disentri dengan cara medis seperti diatas.

Terapi Rehidrasi
Terapi rehidrasi merupakan salah satu terapi pengobatan disentri amuba yang dilakukan dengan menggunakan pengobatan oral biasanya pasien dianjurkan untuk minum cairan tertentu untuk membantu menggantikan cairan yang hilang akibat dari diare dan juga muntah-muntah yang terjadi. Dan jika kondisi ini berkelanjutan, maka biasanya akan dilakukan infus sebagai salah satu metode lainnya untuk mengganti cairan di dalam tubuh.

Pemberian obat antibiotik dan anti amuba
Salah satu penyebab disentri adalah akibat bakteri dan amuba, maka pemberian obat antibiotik perlu dilakukan untuk pasien dengan tujuan untuk membunuh penyebab dari jenis penyakit ini dengan kadar dosis yang tergantung dari tingkat keparahannya dan juga dari gejala yang muncul. Biasanya, pasien akan diberikan kombinasi dari obat anti amuba dengan obat antibiotik. Dan juga gejala yang muncul tergolong riingan maka biasanya obat dehidrasi akan diberikan dengan cara minum melalui mulut. Namun jika pasien masih menghalami disentri dalam waktu 10 hari, maka obat sejenis Flagyl, Diloxanide furoate, paromomycyin, atau juga iodoquinol untuk membantu menghilangkan gejala-gejalanya.

Pemberian obat Ridaura
Obat jenis ini biasanya diberikan kepada penderita disentri dengan dosis yang renda. Obat ridaura ini sudah terbukti 10 kali lipat bisa mempunyai kemmampuan untuk membunuh amuba penyebab dari penyakit disentri amuba. Obat ini juga dikenal untuk membantu mengatasi nyeri sendi serta penyakit rematik.

Disentri Amoeba

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disentri Anak

Disentri Anak – Disentri adalah inflamasi atau peradangan usus yang ditandai oleh buang air besar diserta darah dan lendir. Selain itu, juga disertai oleh tenesmus dan kolik (penyakit menular).

Disentri anak biasanya ditandai dengan mencret yang bercampur darah dan lendir. Penyakit disentri ini biasanya mewabah. Penyebabnya adalah dari atau makanan yang mengandung kuman dan parasit amuba. Parasit-parasit berkembangbiak dengan dua tahap, yakni tahap trphogoit (parasit aktif) dan kista. Parasit-parasit yang aktif berubah menjadi bentuk kista yang merupakan penyebab penularan penyakit.

Disentri Anak

Disentri Anak

Kebanyakan penyebab disentri anak terjadi ketika penyakit ini mewabah pada suatu wilayah atau daerah permukiman yang jauh dari lingkungan yang bersih, misalnya sistem sanitasi (pemanfaatan MCK) untuk satu wilayah permukiman padat penduduk, mereka yang tinggal di bantara kali, pemanfaatan air bersih yang masih kurang memadai, makanan dan minuman yang tercemar oleh kuman dan bakteri.

Penyebab disentri anak tersebut kemungkinan dilatar belakangi oleh faktor ekonomi, sulitnya mendapatkan tempat tinggal yang layak, daerah yang tropis dsb. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang masih hidup dalam garis kemiskinan. Tiap tahunnya ada saja penderita terutama anak kecil, balita yang menderita disentri.

Ada beberapa cara pencegahan pada saat anak terkena disentri, biasanya gejala yang timbul adalah diare dan feses yang ada darahnya. Untuk itu, pengaturan makanan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Makanan haruslah cukup energi dan protein
  2. Pemberian ekstra cairan untuk mencegah dehidrasi
  3. Pemberian vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup
  4. Makanan yang mudah ditelan, dicerna, dan diserap oleh sistem pencernaan seperti bubur tim, kemudian secara bertahap kembali pada makanan biasa.
  5. Makanan diberikan dalam porsi kecil tapi sering
  6. Berikan makanan yang mengandung lactobacillus, misalnya yogurt utuk memperbaiki sistem pencernaan
  7. Berikan makanan yang mengandung paektin, seperti pisang dan apel, wortel, aprikot, kacnag polong, kentang karena pektin mambantu penyerapan air
  8. Berikan aneka jus dari jenis buah-buahan yang bersifat neteral seperti melon untuk mengganti cairan yang hilang. Dapat juga diberikan air kelapa hijau.

Cara mencegah penyakit disentri anak adalah dengan membentuk anak menjaid pribadi yang sehat luar dan dalam. Caranya adalah dengan menjaga kesehatan mereka dalam hal pemberian makanan misalnya adalah pemberian gizi untuk anak. Kedua hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk khususnya adalah untuk mereka yang berusia dibawah 5 tahun. Dengan mencukupi kebutuhan gizi mereka maka akan membantu membentuk tubuh dan juga meningkatkan kecerdasan mereka menjadi lebih maksimal. Dan begitu juga dengan perawatan pada kesehatan mereka yang memadai untuk anak merupakan suatu awal aset untuk ketahanan di usia dewasa mereka nanti.

Cara mengatasi disentri anak adalah dengan menggunakan bahan tradisional seperti dibawah ini :
Bahan : ½ jari kunyit yang sudah terlebih dahulu dibakar, kemudian dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan juga garam ¼ sendok teh.
Cara membuat : rebuslah terlebih dahulu semua bahan dengan menggunakan api kecil. Kemudian airnya diminum 1 sendok teh satu jam sekali. Dan untuk membantu mengusir gas, maka bisa dilakukan dengan cara pada pusarnya ditempeli dengan menggunakan parutan bawang merah yang sudah terlebih dahulu diberikan minyak telin. Untuk anak yang sudah cukup besar, makak bisa juga diberikan dengan cara mengunyah halus pucuk daun jambu biji klutuk yang sudah dibersihkan erlebih dahulu kemudian ditambagkan dengan garam dan setelah itu ditelan.

Selain itu cara mengobati penyakit disentri adalah dengan menyuruh anak diet. Diet yang dilakukan adalah diet lunak tinggi kalori dan diet protein untuk membantu mencegah terjadinya malnutrisi. Dosis pemberian vitamin A adalah 200.000 IU bisa diberikan untuk membantu menurunkan tingkat dari keparahan disentri, dan terutama untuk anak yang diduga mengalami defisiensi. Untuk membantu mempersingkat terjadinya perkembangan penyakit, maka bisa diberikan juga sinbiotik dan juga preparat seng oral  8,9. Untuk pemberian jenis obat-obatan ini maka hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah obat-obat yang bisa memperlambat terjadiinya motilitas usus sebaiknya jangan diberikan pada anak karena adanya suatu resiko untuk membuat penyakit menjadi lebih lama sembuh.

Pemberikan obat antibiotika bisa membantu mengurangi waktu sakit dan bisa membantu untuk menurunkan resiko dari terjadinya komplikasi dan juga kematian. Pemberian jenis obat ini diberikan dengan beberapa indikasi. Dan terapi antiamebik biasanyd iberikan dengan beberapa indikasi tergantung dari gejalanya. Sebaiknya ajari mereka untuk mencuci tangan setelah bermain atau setelah buang air besar dan buang air kecil. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya autionfeksi.

Itulah informasi mengenai penyakit disentri anak dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Disentri Anak

Posted in Disentri | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment